Langsung ke konten utama

Jadwal lengkap untuk Liverpool di Liga Premier 2012-2013

18 Agustus 2012: West Brom v Liverpool
25 Agustus 2012: Liverpool v Man City
1 September 2012: Liverpool v Arsenal
15 September 2012: Sunderland v Liverpool
22 September 2012: Liverpool v Man Utd
29 September 2012: Norwich v Liverpool
6 Oktober 2012: Liverpool v Stoke
20 Oktober 2012: Liverpool v Reading
27 Oktober 2012: Everton v Liverpool
3 November 2012: Liverpool v Newcastle
10 November 2012: Chelsea v Liverpool
17 November 2012: Liverpool v Wigan
24 November 2012: Swansea v Liverpool
27 November 2012: Tottenham v Liverpool
1 Desember 2012: Liverpool v Southampton
8 Desember 2012: West Ham v Liverpool
15 Desember 2012: Liverpool v Aston Villa
22 Desember 2012: Liverpool v Fulham
26 Desember 2012: Stoke v Liverpool
29 Desember 2012: QPR v Liverpool
1 Januari 2013: Liverpool v Sunderland
12 Januari 2013: Man Utd v Liverpool
19 Januari 2013: Liverpool v Norwich
29 Januari 2013: Arsenal v Liverpool
2 Februari 2013: Man City v Liverpool
9 Februari 2013: Liverpool v West Brom
23 Februari 2013: Liverpool v Swansea
2 Maret 2013: Wigan v Liverpool
9 Maret 2013: Liverpool v Tottenham
16 Maret 2013: Southampton v Liverpool
30 Maret 2013: Aston Villa v Liverpool
6 April 2013: Liverpool v West Ham
13 April 2013: Reading v Liverpool
20 April 2013: Liverpool v Chelsea
27 April 2013: Newcastle v Liverpool
4 Mei 2013: Liverpool v Everton
12 Mei 2013: Fulham v Liverpool
19 Mei 2013: Liverpool v QPR (espn/row)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Detektif Kaca

Telah kuperhatikan kaca itu, penuh retakan, dan ku lihat bayanganku tak sempurna. Tercipta di otak ku rasa keingintahuan akan retakan kaca itu. Ku selalu ingin tahu apa dan bagaimana kaca itu sampai menciptakan retakan. Entah kaca rumah, kaca cermin, kaca jendela tetangga, kaca spion motor, dan masih banyak lagi. Tak jarang orang mengatakanku kurang kerjaan atau kelenjehan atau semacamnya. Tapi memang sangat sulit kuhilangkan rasa penasaran, dan semua cemohan itu aku abaikan. “Pak, pak. Boleh tahu gak, kenapa kaca itu bisa retak? “Maaf, saya gak tahu lo mas!” “Oh, ya sudahlah, makasih ya pak” jawabku kepada seorang kondektur kereta. Masih ku tatap kaca itu. Ku duduk disampingnya, di kursi penumpang kereta yang sederhana. Sejuta misteri terkandung di retakan itu. Terus kuperhatikan saja. Kereta masih terus berjalan, masih ku berusaha cari narasumber. Ku lihat penumpang kereta yang duduk tepat disampingku wajahnya pun mengundang seribu pertanyaan. Ini sudah setengah perjalanan, kuper...

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah memiliki keluarga. Kini, ia sudah kelas 3 STM. Tapi, pikirannya justru terus memikirkan kemanakah kakinya akan melangkah demi uang untuk membantu ibunya. Ia pasti tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras demi menyekolahkan kedua adiknya. Rofan tahu bagaimana besar perjuangan kedua orang tuanya demi menyekolahkan ia dan juga adik-adiknya. Setelah lulus nanti, ia ingin bekerja agar bisa membantu keuangan keluarganya. Ibunya hanya penjual jamu, sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dari situlah keinginannya begitu besar tertanam dalam hatinya. “Aku harus bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan juga adik-adikku. Aku tak ingin hidupku kelak dengan anak dan istriku seperti apa yang aku alami sekarang dengan kedua orang tua dan juga adik-adikku. Tapi, aku bukannya tidak bersyukur d...

Bertemu Dengan Tuhan

Beberapa hari yang lampau saya harus bertemu dengan seorang pejabat tinggi di salah satu hotel bintang lima di pusat kota Amsterdam, maka dari itu saya harus melewati daerah kumuh tempat para gelandangan dan pecandu disitu. Tiba-tiba saya mendengar panggilan "Selamat pagi Tuan!", saya menoleh kebelakang dan saya melihat seorang pengemis tua dengan wajah yang kotor, dekil dan bau alkohol rupanya ia sudah ber-minggu2 tidak mandi. Pakaiannya pun bau dan kotornya sudah tak terlukiskan lagi. Pengemis ini sedang memegang cangkir besar yang berisikan kopi panas. Ia menawarkan kepada saya "Maukah Bapak minum seteguk dari air kopi saya?" Dalam hati saya jangankan minum dari cangkirnya dekat dengan diapun rasanya sudah muak dan jijik, apalagi kalau melihat kumis dan jangutnya yang masih penuh dengan sisa2 makanan dari kemarin. Disamping itu kalau saya minum dari cangkir bekas dia, jangan2 nanti saya akan ketularan penyakit AIDS? Logika dan otak saya melarang saya untuk ...