Langsung ke konten utama

Tak Cuma Windows XP, Microsoft Juga Pensiunkan Office 2003

Tak Cuma Windows XP, Microsoft Juga Pensiunkan Office 2003 - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2034492/tak-cuma-windows-xp-microsoft-juga-pensiunkan-office-2003#sthash.huGSOTPl.dpuf

Liputan6.com, Bukan cuma Windows XP yang kini telah 'dipensiunkan' oleh Microsoft, produsen software terbesar di dunia itu juga menghentikan dukungannya terhadap aplikasi Office 2003.

Serupa dengan Windows XP, aplikasi yang pertama kali dirilis pada 21 Oktober 2003 itu juga sebenarnya sudah tidak mendapatkan dukungan teknis dari Microsoft sejak 2009 silam. Namun update kemanan masih terus diberikan hingga akhirnya dihentikan secara total per 8 April 2014.

Mengutip laman The Next Web, Rabu (9/4/2014), selain Office 2003, Microsoft juga mengakhiri dukungannya terhadap peramban Internet Explorer 6, 7 dan 8. 

Namun khusus untuk Internet Explorer 8 (IE8), pihak Microsoft rencananya masih akan memberi perpanjangan dukungan hingga 14 Januari 2020. IE8 sendiri selama ini hadir sebagai browser bawaan untuk sejumlah sistem operasi besutan Microsoft, seperti Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008 dan Windows 7.

"Internet Explorer mengikuti masa dukungan dari sistem operasi Windows yang diinstal di dalamnya. Ini artinya, pengguna Internet Explorer 6, 7, dan 8 di Windows XP juga berakhir masa dukungannya. Kami mengimbau untuk segera meng-upgrade ke OS yang lebih baru seperti Windows 7 atau Windows 8/8.1 untuk mendapat dukungan performa dan keamanan dari browser yang lebih modern seperti IE10 dan IE11," tulis pihak Microsoft pada keterangan resmi yang dipublikasikan.
(Adhi Maulana)
- See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2034492/tak-cuma-windows-xp-microsoft-juga-pensiunkan-office-2003#sthash.huGSOTPl.dpuf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mati Dalam Angan (Part 2)

Kami berenam langsung berlari keluar dari lubang perlindungan menuju tempat yang direncanakan. Sementara Kapten Ade berlari ke arah lain untuk memancing perhatian regu tembak dan berhasil, semua tembakan langsung mengarah padanya. Aku sempat melirik Kapten Ade, sungguh luar biasa. Dia berlari meliuk-liuk menghindari tembakan seperti sedang bermain kejar-kejaran dengan anak kecil. Aku jadi penasaran siapa sebenarnya Kapten Ade ini? Sepertinya dia berbeda dari yang lain. Tapi sekarang tidak ada waktu untuk memikirkannya, aku harus fokus pada tugas. Begitu sampai di tempat yang dimaksud Jaja langsung memberikan instruksi. “Andi, siapkan senjatamu. Bagitu kuberi aba-aba aku beserta yang lain akan segera memberikan tembakan ke arah musuh dan kau langsung melakukan tugasmu. Dan yang paling penting setelah Andi melakukan satu kali tembakan, mau kena atau tidak kita langsung bersembunyi lagi di sini. Paham?” “Ya!!” kami menjawab bersamaan, lalu bersiap mengambil posisi. “Sekarang!!!” teria...

Menulis Itu Pekerjaan Tangan

Saya sering mengatakan bahwa menulis itu gampang. Untuk bisa menulis, hemat saya, tidak diperlukan bakat khusus. Ibarat berenang, orang tak perlu merasa berbakat untuk bisa berenang. Ibarat naik sepeda, orang tidak perlu bicara soal talenta kalau mau belajar naik sepeda. Yang diperlukan adalah praktik berkelanjutan alias pembiasaan. Yang diperlukan adalah tangan yang mengetik, mewujudkan gerakan gagasan menjadi sesuatu yang terbaca seperti tulisan ini. Kawan saya, seorang penyunting muda yang cerdas, menyimpulkan bahwa bagi orang seperti saya, menulis itu mungkin dipahami sebagai pekerjaan tangan, bukan pekerjaan pikiran. Kalau menulis merupakan pekerjaan pikiran, maka diperlukan kecerdasan khusus untuk itu. Namun, menulis sebagai pekerjaan tangan tidak memerlukan kecerdasan ekstra. Saya kira kawan saya benar. Bagi saya menulis itu pertama-tama dan terutama adalah pekerjaan tangan. Tak perlu susah berpikir bagaimana menulis atau mulainya dari mana. Langsung saja duduk dan tul ... bac...

Hidupku Tak Sepahit Jamu Ibuku

Tak ada yang istimewa dalam hidup Rofan. Dia adalah anak kedua dari empat bersaudara. Dia mempunyai seorang kakak perempuan, satu adik cewek dan satu adik cowok. Kakak perempuannya sudah memiliki keluarga. Kini, ia sudah kelas 3 STM. Tapi, pikirannya justru terus memikirkan kemanakah kakinya akan melangkah demi uang untuk membantu ibunya. Ia pasti tak tega melihat kedua orang tuanya bekerja keras demi menyekolahkan kedua adiknya. Rofan tahu bagaimana besar perjuangan kedua orang tuanya demi menyekolahkan ia dan juga adik-adiknya. Setelah lulus nanti, ia ingin bekerja agar bisa membantu keuangan keluarganya. Ibunya hanya penjual jamu, sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dari situlah keinginannya begitu besar tertanam dalam hatinya. “Aku harus bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan juga adik-adikku. Aku tak ingin hidupku kelak dengan anak dan istriku seperti apa yang aku alami sekarang dengan kedua orang tua dan juga adik-adikku. Tapi, aku bukannya tidak bersyukur d...